Gue emang ga tau apa-apa, atau orangnya ga mau tau kali ya. Salah satu kelemahan gue yang memang "gak banget".
Ini cerita mengenai circle gue di kampus. About my close friends, untuk lebih tepatnya. Ada 6 orang (termasuk gue). Kelompok Buah-buahan. Berawal dari kelompok Binatang, hingga menjadi Buah. Ajaib. Dekat dari semenjak akhir semester satu, hingga sekarang (itu juga seingatku).
Beranjak akhir tahun ketiga, 4 di antara kami memilih jalur masing-masing. Meniti mimpi satu persatu. Berbeda, tapi sebenarnya dibungkus oleh sesuatu yang sama. Sementara 1 lagi masih berusaha menanjak dengan penuh ikhtiar dan keikhlasan menuju ke tempat 4 buah lain pelan tapi pasti, dan yang 1 lagi, entah mengapa, kehilangan arah.
Mulanya, kelima buah tidak menyadari apa yang salah pada buah keenam. Sampai akhirnya mereka tahu. Mereka bertanya. Tanya. Tanya. Tanya. Mengapa begini, mengapa begitu. Mengapa kamu melakukan ini? Pada kami? Pada temanmu? Prasangka demi prasangka bermunculan. Scene demi scene digelar. Semua masuk akal. Bagaikan Shinichi yang mengetahui analisisnya benar. Bagai Shinichi yang tahu bahwa Heiji menyamar untuk membunuh Kogoro Tidur. Kaget? Ya, tentu saja. Heiji kan orang baik. Tapi ini?
Percayalah, mata pisau kebohongan pasti akan terus mengiris kebohongan juga.
Bahkan luka yang ditorehkannya kemarin belumlah kering, ia torehkan lagi luka baru.
Hampir-hampir tak termaafkan.
Keluarlah kata-kata kasar.
Tak beradab, penuh tendensi, dariku. Yang agaknya masih waras untuk tidak melibatkan air mata (dan perasaan terlalu jauh), tidak seperti buah yang lain. Buah lain memang terlalu baik, apalah aku. Setengah busuk.
Kemudian, kebenaran muncul. Kejujuran. Nilai pertemanan yang sangat amat berharga. Buah keenam akhirnya... Entahlah. Jujur.
Aku lega, semua lega.
Aku sayang buah keenam. Kalau aku tidak sayang, aku tidak-akan-mau-peduli. Aku ingin kami seperti dulu. Dilandasi pertemanan yang jujur. Bukan penuh kebohongan selama tiga tahun.
Aku sayang buah keenam.
Dan...
Aku menyesal terlalu ofensif padanya. Sejujurnya bukan sepenuhnya salah buah keenam. Bukan.
Ya Allah.
Semua orang punya masalah masing-masing. Aku tahu ini cara-Mu untuk menguji hamba2-Mu, Ya Allah.
Kuatkan pertemanan kami, Ya Allah...
Komentar
Posting Komentar
Tanya? Komen? Gratis cyin.